Saturday, December 27, 2008

Sajak: Merendam Rindu Dendam

Sajak: Merendam Rindu Dendam

Airmuka si Asing merusuh tegang,
Terumpak jatuh mengokak karang.
Laut asyik-masyuk dilamun badai gelombang

Musim bermulut garang mengerang;
Siang-malam mengobar pasang
Mengunci bandar, kapal dan gudang

Di jangkung menara suar, berputar lampu suluh,
Singkap buta kelam tiga puluh
Kau pun turut mendaki anak tangga ilmu,
Bersangu selembar lehar, buku dan doa ibu

Mendulang bintang, langit kian legam
Isyarat cemas pelayar menghitung detak jam,
Segera singgah bermalam,
Atau berani menentang cuaca muram?

Jejak petualang mengelak karam.
Cacak tegak layar, rincus angin mengeram garam;
Kelam menghujam muram, menikam tajam malam,
Merendam rindu dendam, menyiram api dalam sekam.

Gigil demam melasak gumam;
Jenguklah, wahai para pesakitan cinta terpendam!

Heliopolis, Cairo, 19 Januari 2008

No comments:

Post a Comment