Tuesday, December 28, 2010

Sajak: Maridh al-Hubb

Sajak: Maridh al-Hubb

Ahmad David Kholilurrahman

Ulurkan timba
Perigi tua
Menyambut dahaga
Bersitahan

Kulah melimpah
Basah bejana
Jiwa melapah
Lelah sengsara

Aduhai,
Tabibah mata hitam zaitun,
Kicau bulbul sedikit
Menghibur sakitku

"Sesuap bubur gandum,
Menerobos kerongkonganku!"

Gugur salju
Menderas
Langit pucat biru
Memelas

Ranting kering
Berayun buayan badai

Ambilkan kalam pena
Dawat tercelup
Adalah napas syairku

Rungsing daku
Jika beku dakwat risalah
Atas meja bangku

Kuingin menulismu,
Syair yang menghangat
Malam-malam beku
Ridam timbun salju
Memburu
Membiru
Menyilu

Debu bertayamum
Kembali ke debu

O, Constantine
Aduh rinduku
Jatuh rusuk
Jauh peluk

Dari rukuk ke masbuk

Cairo, 22 Desember 2010

No comments:

Post a Comment